Sejarah Brebes - MBAH RUBI PETUNJUK LAHIRNYA KOTA BREBES
SOSOK MBAH RUBI
Lahirnya kota
Brebes banyak tidak diketahui rentan waktu kapan, dimana dan apa sehingga
kelahiran kota Brebes di dapat dari narasi-narasi sebagian orang tua dan
kuburan yang belum jelas faktanya. Padahal dalam penulisan sejarah dibutuhkan
fakta dan sumber-sumber yang mempunyai kredebilitas historiografi, dengan
demikian membahas sejarah kota Brebes secara historiografi masih simpang siur
karena banyak bukti dan peninggalan sejarah di kota Brebes banyak hilang,
padahal kabupaten Brebes dari segi sejarah lokal dan literatur Arsip daerah tentang
asal muasal lahirnya kota Brebes banyak potensi yang perlu digali dan
dikembangkan.
Sebagian sesepuh dan pini sepuh di sekitar wilayah kabupaten Brebes mengkaitkan
lahirnya kota Brebes dengan tokoh mbah Rubi, ada sedikit bukti sebuah pemakaman
di desa Klampok Kecamatan Wanasari sebelah barat kota Brebes ( 4 km)
sebagian masyarakat yang masih mengingat cerita-cerita orang tua dahulu, mbah
Rubi adalah sosok orang yang pertama mendiami kota Brebes sehingga sebagian
anak-anak muda merasa penasaran ingin mengetahuai sejarah mbah Rubi tapi sayang
fakta belum banyak bisa membuktikan hanya makam yang di sebut makam mabah Rubi,
setiap hari besar Islam seperti jum`at kliwon dan hari-hari besar islam lain
sekelompok orang ada yang datang untuk nyekar dan menghormati kepada orang yang
di sebut-sebut sebagai mbah Rubi, hal ini menandakan sudah menjadi tradisi/
adat dan budaya wong Brebes mengenang sosok mbah Rubi merupakan bukti sebagai
petunjuk cikal-bakal kota Brebes.
Meurut kisahnya dari sebagian orang tua bahwa Mbah Rubi adalah orang yang
pertama kali menempati kota Brebes yang ketika itu, beliau adalah seorang
pendatang berasal dari Sunda dan telah menetap di daerah yang menjadi cikal-
bakal kota, lama-lama berangsur-angsur beliau banyak di ikuti oleh
pendatang dari berbagai daerah kerajaan- kerajaan di jawa sehingga menjadi
ramai.
POTENSI
KABUPATEN BREBES
Secara geografis daerah Brebes di pandang mempunyai potensi sebagai pintu
gerbang lalu lintas kerajaan di jawa seperti Majapahit dan Brawijaya, kemudian
kondisi daerah Brebes dapat menentukan lalu lintas perekonomian dalam
pengiriman barang-barang perdagangan dari Jakarta ke jawa-tengah dan jawa
timur.
Wilayah
kabupaten Brebes di belah oleh sungai- sungai besar maupun kecil sehingga
transportasi saat jaman mbah Rubi masih hidup menggunakan kuda sebagai
kendaraanya dan untuk menyebrang/ melewati sungai di angkut dengan
tambatan rakit maupun jembatan gantung yang terbuat akar-akar pohon dan bambu
kearah timur maupun kebarat dan sebaliknya. Dari segi Historiografi
cikal- bakal kota di perkuat dari silsilah daerah Brebes banyak bukti –
bukti peninggalan sejarah seperti petunjuk cerita orang tua dahulu; tentang
mbah Rubi dan tempat pemakamanya. jikalau masa itu peninggalan-peninggalan
sejarah dapat di selamatkan maka akan menjadi aset kekayaan sejarah lokal sebab
matinya orang tua sama dengan kehilangan seribu perpustakaan sejarah disamping
itu orang tua juga sebagai petunjuk peristiwa masa lalu, peninggalan sejarah
adalah cagar budaya untuk pembelajaran generasi muda. Penulis mencermati
peningglan sejarah di kota Brebes banyak tidak diperhatikan/ bahkan di
kesampingkan, di ubah dan di jual oleh oknum pejabat dan pihak-pihak lain
yang tidak pertanggung jawab, contoh : bangunan rumah- rumah kaum plonco=
pegawai negeri/priyayi jaman Belanda di sepanjang jalan Pangeran
Diponegoro kota Brebes, Bangunan di AR- an dan Pendopo yang desain dan
ornamenya masih asli serta Monumen, Mesjid Agung alun-alun Brebes dan Gedung
Nasional sebagai tempat kesenian pelajar kota Brebes yang mustinya di jaga
keaslianya dan dipertahankan malah dipugar banyak berubah dan hampir punah
bahkan di hilangkan. Jikalau Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat, aktivis
pemuda dan Unsur Pejabat daerah kabupaten Brebes bisa menyelamatkan, menjaga
keaslianya maka dapat meningkatkan perhatian peninggalan sejarah, dapat
mengelola bangunan Bersejarah bahkan berisiatif membangun Museum Daerah maka
akan memberi arti wahana kehidupan masa lalu di kota Brebes dan menjadi aset
wisata kekayaan Daerah sehingga akan menambah incam kabupaten Brebes bahkan
memberi peluang lapangan kerja bagi masyarakat dari wisata tersebut . Mari kita
bangun kota Brebes dengan sungguh- sungguh dan benar demi kemaslahatan rakyat
sehingga kota Brebes menjadi tempat persinggahan wisatawan domestik maupun
lokal serta membangun budaya yang tidak mengurangi Image lokal.
BREBES BERHIAS
DAN KOTA MACET
Pejabat
legeslatif dan Eksekutif mustinya mentauladani dan mendorong kepada rakyatnya
tidak setengah hati dengan moto ”BREBES BERHIAS,” dan menjaga ketertiban
untuk berperan aktif mendesain UU ketertiban yang mengarah pada kepentingan
rakyat Brebes agar pasar tradisional dan pusat perbelanjaan tidak kelihatan
kumuh sehingga akan menjadi daya tarik pengunjung dari luar kota dan luar
daerah. Bagaimana daerah Brebes akan maju jika jalan-jalan yang menghubungkan
daerah ekonomi selalu macet dan rusak serta pembuat kebijakan
pemerintahan Brebes tidak lincah dan tanggap untuk menggali potensi
perekonomian di kabupaten Brebes bahkan menutup sebelah mata, tidak bisa untuk
berinteraksi dengan pemimpin-pemimpin di tingkat pusat, Seorang Pemimpin
jangan takut salah dan pakewuh serta tidak duduk dibelakang meja saja .
Demi kemajuan kabupaten Brebes para pejabat dinas mau bekerja tanpa mengenal
lelah rakyat akan bangga untuk mendukung. Dalam tegaknya supermasi hukum,
membrantas korupsi dan marjabat serta makelar Angka kridit di lingkungan
birokrasi dari pejabat atas sampai pejabat kepala Desa dan tidak pandang
bulu,harus dibrantas sampai akar-akarnya dan tidak mencari keuntungan untuk
mengembalikan modal berpolitik.
Disamping itu
warga Tiong Hoa kabupaten /kota Brebes banyak bangkrut tidak lagi jaya seperti
dulu karena dampak kebijakan yang mempersulit dalam sektor perdagangan
sehingga ruko-ruko di kota Brebes disewakan bahkan dijual.











